CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Pages

Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Friday, May 17, 2013


Bahagia itu Sederhana
7-5-2013
Hari ini hari terakhir gue fieldtrip di Jogja bareng angkatan, seneng sih, finally this crappy fieldtrip is over, tapi sedih juga, gatau kenapa, fieldtrip gue kali ini was truly a great escape from my activities, seneng aja rasanya bisa jadi diri gue sendiri lagi. Diri gue dimana gue Cuma anak kelas 2 SMA biasa, yang konyol, kurang bertanggung jawab and always laughing like a retard.
Jadi, hari ini gue nemuin makna sebenernya dari kata-kata “Bahagia itu Sederhana”. Jujur, gue gak terlalu banyak have fun dan main main kayak anak lainnya, karena ya.. my personality is just somehow a bit insecure and a bit anti-social. Bukan berarti gue emo atau punya personality disorder, but i just like the fact that i could think more clearly and be more true to myself when i’m alone.
Jadi hari ini, gue menemukan arti bahagia itu sederhana pertama kali sekitar jam 5.30 sore. Gue dan temen gue, Migo, lagi mau nge-gaul di angkringan pinggir jalan, pas banget lagi mendung, jadi.. kita minjem payung sama mas mas supir bus kita. Tapi sialnya, pas kita baru aja jalan, Tuhan numpahin air ber-ember ember dari langit, jadi gue sama Migo berteduh kan. Ditengah kelaparan kami, Tuhan juga memberikan secercah harapan berbentuk ibu-ibu yang jualan sate di pinggir jalan. Dengan semangat ’45 gue dan Migo langsung mesen 2 porsi yang harga satunya 15 ribu doang! Tadinya rencana makan di bus, tapi berhubung hujan tak bisa dikompromi, gue dan Migo makan sambil berdiri di tempat. Then.. the unbelievable happens.. SATENYA ENAK PARAH!! Sumpah ngalahin sate langganan gue di rumah..  gue makan kayak orang kesurupan dan akhirnya kekenyangan. Migo sampe harus bantuin gue makan sisa sate gue.
Bahagia itu.. Sederhana ternyata, dengan dapet sepiring sate panas yang murah+enak di pinggir jalan has made my entire day :D kayaknya gue musti belajar lagi mengerti kebahagiaan kebahagiaan kecil kayak gini. Kebahagiaan yang mungkin gak akan terulang 2 kali, tapi bakal keinget terus. Pasti.

Monday, April 1, 2013

What if..?

Today, a friend of mine just asked me
"Why we still doubt people, even when we love them?" and i unconsciously answered "Because love will never be enough.."

And then it strucks me.. What if all this time, what i thought was an unconditional love, was just a pathetic lie that i tell to myself on behalf of my relationship and my sacrifices? What if..?
That's the question that has been driving me crazy all this time.. what if..? What if all i stand on is a pathetic lie? What is all i stand for is just an ordinary guy? What if all this time, love IS never enough?

All this time, i lie to myself, so perfectly that only i realize it now.. that even if we both say "I only want you.." to each other, in the end we have to admit that the sentence doesn't end there.. What if the right words are " I only want you if.... and if.... and if......"?

Well, i don't think there's such thing as unconditional love, huh? Well, maybe the thing is just that.. limitations are everywhere, even in unconditional love..

Sad..

Thursday, December 1, 2011

Mask for those who's a mess inside


People live their lives... but... DO they?

Raise your hand if you’re one of those who want to be perfect, well, I definitely going to raise mine... Who don’t want to be? But of course the phrase “No one’s perfect” keep being inside of our mind and remind us that no one IS perfect.

But how about those who are over obsessed to be perfect? These kind of people would do anything just so they be looked perfect and good to everyone. Sort of scary actually, because the would do anything, even put on masks to cover their messy personality. They are always trapped in this endless cycle of being perfect. Every time a person look better than them, they improve themselves, even they’re not afraid to be a copycat and copy other’s style and abilities.

This over-obsessed behavior might be dangerous for them or even for their surroundings, because they’re arrogant. They always see that every one’s lower than them. They see that it’s only them who are able to do things. They underestimate person.

Most of people already consider them as a “perfect person” because they usually put on a very good mask for the “first impression” thing. They put on a very good disguise by telling good things about them.


But of course, again, no one is perfect, even sometimes they forgot to put on their mask and go out with their messy personality on. Maybe they feel perfect, but most people feel sorry for them. Are they really that desperate to do good? Or are they actually that bad in doing things with their own way? Are their “Box of Life” really that small and closed? How sad!
People put on masks... but remember, nothing’s better than the original, so just be yourself, you are beautiful when you think you are :)

Friday, June 17, 2011

Senyuman palsu


Jujur aja, deh, bahkan untuk diri gue sendiri, judul diatas itu MUNAFIK banget. Tapi siapa sih, yang bisa memungkiri? Pastilah ada satu-dua diantara kita yang pernah ngelakuin hal diatas untuk menutupi perasaan kita sendiri, kan? Tersenyum dan –dengan teganya- membohongi hati kita sendiri, lalu berpura-pura kalau segalanya itu beres, baik baik aja dan bahagia. Tapi sesungguhnya senyum-palsu-yang-tidak-menyentuh-mata ini justru memperparah luka yang sedang kita tutupi. Bahkan membuatnya infeksi dan bernanah. Meninggalkan lubang menganga menyakitkan ditengah hati kita yang sudah kelewat perih karena disakiti.

Ini –sumpah- bukan curhatan galau, karena senyuman palsu ini gak hanya untuk mereka yang tersakiti karena masalah cinta dengan pacar atau gebetan. Bahkan kadang justru keluarga atau teman kita sendiri-lah yang menorehkan luka mendalam dan meninggalkannya begitu saja dengan keadaan bernanah dan berdarah-darah.

Jujur aja, ya, gue sendirir SANGAT SERING melakukan hal SUPER MUNAFIK (maap capslock-nya ga nyantai) diatas. Tapi sumpah, sama sekali gak membuat keadaan jadi lebih baik, karena orang yang menorehkan luka itu gak bakal tau perasaan kita sesungguhnya dan bakal terus menyakiti kita. Berulang-ulang.

Jujur aja, kalo hati lo udah tersakiti sampe lo harus tersenyum palsu untuk membohongi hati dan perasaan lo sendiri (re: sakit hati yang PARAH BE-GE-TE), lo gaakan bisa lagi menjalani segalanya dengan biasa biasa aja. Karena setiap momen hari yang lo lewatin cuma memperparah keadaan dan menuangkan perasan jeruk keatas luka lo yang udah parah dan susah disembuhin.

Terdengar kayak sinetron, mungkin, tapi gue pernah mengalami masa masa kayak gitu. Masa dimana gue tidur dalam keadaan kelelahan menangis dan bangun dengan keadaan berharap, berdoa, dan bertekad bahwa hari sebelumnya hanya mimpi buruk. Lalu keluarlah senyum munafik gue untuk membohongi dunia. Terdengar kayak Twilight, mungkin, tapi gue pernah mengalami masa masa seperti itu, masa dimana gue megap-megap kehabisan udara saat dia menorehkan luka baru. Masa dimana gue berpikir kalau hati gue mungkin udah rusak sepenuhnya dan gaakan bisa deperbaiki lagi. Terdengar kayak Love Command, mungkin, tapi gue pernah mengalami masa masa itu, masa dimana gue piker hati gue rusak, udah jadi besi berkarat, rongsok, pantas dibuang.

Beruntung gue masih sanggup bertahan masih sanggup membohongi diri gue sendiri kalau akan tiba saatnya nanti, seseorang yang lain akan memperbaiki hati gue, menjahit luka luka, memberikan penahan rasa sakit, mempoles karat karat dan memberikan degup baru di hati gue yang sudah mati rasa ini, beku, mati. Beruntung gue masih sanggup percaya, bahwa orang itu nantinya akan jadi udara baru, matahari baru, kalau perlu morfin baru yang akan memeprbaiki segalanya.

Tapi jujur aja, tersenyum palsu GAK SALAH. Karena toh lu hanya menyakiti diri sendiri dan juga membohongi perasaan diri lo sendiri, kan? Jadi menurut gue ya.. sah-sah aja-laaah, gak salah kok membohongi diri lo sendiri.. meskipun saat kebohongan itu tak kunjung menjadi kenyataan yang berarti, lo hanya membunuh diri lo sendiri, menorehkan luka final yang takkan pernah bisa diperbaiki.

Saturday, March 19, 2011

This is me


I don’t need anyone to interfere me, I don’t need anyone to say shit about my life, and I don’t care if you guys think I am harsh, because this is who I really am, and one thing that you need to know, you don’t have to say anything about any part of my life, It’s my life, and I have a complete and unbreakable right to control it

Wednesday, March 9, 2011

Winner vs Loser

The difference between they who always won and they who always lose

loser thinks a rock on their way is a barrier while winner thinks a rock on their way is a place to jump higher

Sunday, February 27, 2011

So that's what you think love is all about?

Pemaksaan bukan cinta, tapi penyiksaan yang berat sebelah..

Friday, February 25, 2011

No one’s perfect

That word is like… yeah, pretty common and usual… you hear that kinda thing like, I don’t know, everyday in your live? But anyway, that’s true… even someone that seem to be a perfect individual, actually, they have something bad on the other side… you just haven’t seen it

Sunday, February 13, 2011

Valentine's Day (sick of it)

ngedenger kata "Valentine" yang kepikir di otak kita (terutama yang cewek) adalah:
1. Bunga mawar merah (atau PINK)
2. Cokelat (apalagi yang bentuknya hati)
3. Ketras origami pink yang dipotong hati
4. Dekoerasi pink (lagi) di semua tempat (sekolah, mall, bahkan toilet! astaga)
5. Hari kasih sayang
6. Kado dari pacar
7.dan sebagainya-lah

dan gue, sebagai seorang cewek yang duduk di kelas 3 SMP (jamannya taksir-taksiran) entah kenapa MUAK dengan yang namanya Valentine... gue, bukan penyuka warna pink (apalagi BABYPINK, ugh!), gue doyan cokelat (dalam bentuk apapun), gue suka bunga (freesia, mawar, lilac,forget-me-not, etc) tapi entah kenapa, kalau soal Valentine's day gue bakal muterin mata gue kearah dekorasi pink dan juga menjengit pada bunga mawar nan harum yang dijual, apalagi sama teddybear pink yang megang hati bertuliskan "I love U" (hueeeeeeekkkk)

entah gue-nya aja yang aneh atau memang hari Valentine itu memuakkan... tapi gue benci Hari Valentine. gue bingung kenapa orang orang selalu rame rame beli cokelat di hari Valentine (padahal mau Valentine mau enggak, rasa cokelat ya... gitu gitu juga...), terus beli mawar sebuket gede buat pacar mereka (padahal wangi-nya ya gak berubah), apalagi yang ngasih puisi di amplop amplop warna pink buat orang yang di-gebet. GRRRRR!!! gue males banget....

terus kalo lo bilang Valentine itu hari kasih sayang, huaaaah gue mau pacaran sehari aja setahun... toh rasa sayangnya cuma pas hari Valentine, hari hari lain gak sayang dong....

Valentine emang udah membudaya banget, baik di Indonesia maupun di negara lain, tapi satu hal yang pasti Gue akan tetap membenci hari Valentine, gak peduli berapa banyak cowok yang ngasih gue mawar dan cokelat (yang dalam kehidupan asli mungkin gak ada) gue akan tetep gak suka sama hari Valentine (tetep aja tu cokelat gue terima dan gue makan, mawarnya paling gue jual lagi -_-)



Friday, February 11, 2011

What is LOVE?

Apa sih CINTA?

cinta itu hal yang mungkin udah sering banget lu semua denger, liat, atau bahkan lu alami. menurut kebanyakan orang cinta itu perasaan yang bakal lu rasain pas lu ketemu sama jodoh lu yang beneran asli dan bakal nemenin elu seumur hidup lo. ada juga yang bilang kalo cinta itu nyebeliiiin banget, menyakitkan, melelahkan, cuma bikin kepala pusing dan penat berhari hari. jadi gak jarang juga kita denger orang bilang "Love Sucks" dan gue gak sepenuhnya menentang hal itu, karena kadang gue juga ngerasa kalo Love do Suck , tapi kadang ada yang harus lo liat dari cinta itu sendiri. terkadang hal hal manis lu tuai dari sesuatu yang pahit.

berdasarkan definisi cinta diatas mungkin lo udah nemuin apa sih cinta itu, tapi sekedar tambahan info aja ya... menurut gue, tentunya berdasarkan referensi rasa cinta yang gue alami sekarang :

cinta itu sesuatu yang tumbuh, bukan ada, tapi tumbuh. dari sesuatu yang kecil menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih besar lagi. sesuatu yang bukan seperti magnet, karena cinta itu gak kayak magnet, yang ketika kutub kutubnya tarik menarik, mereka harus ada di medan magnet yang sama (intinya: lo dan orang yang lo cinta gak harus ada di tempat yang sama karena cinta gak mengenal jarak). dan cinta yang sebenernya ada cuma 3 jenis;

1) cinta yang pada akhirnya bahagia yaitu dimana mereka berdua bisa mengerti yang sebenarnya terjadi, bisa bersama sampai akhir hayat hidup mereka. ini cinta yang jarang, tanpa adanya hambatan yang berarti, cinta ini jadi cinta yang bener bener diidamkan siapapun.

2) cinta yang berakhir menyedihkan yaitu dimana si pelaku cinta a dan b harus dipisahkan secara paksa oleh sesuatu. kayak Romeo dan Juliet  (RnJ) yang dipisahkan darah dan perang antar kedua keluarga, cinta yang satu ini bener bener menyakitkan. jarang sih kita temuin cinta kayak RnJ sekarang. yang ada sih cuma misalnya si cewek lebih milih cowok lain ato gimana... mungkin bisa lu samain kayak unrequited love lah... tapi jauh jauh lebih menyakitkan. karena unrequited love kan bisa dari berbagai faktor dan gak cuma dari sepihak. (misalnya emang si cowok gak berani nyatain atau ceweknya yang nolak)

3) cinta yang harus menanti nahhhh ini cinta yang nyebelin, gak sakit tapi bikin apa ya? harap harap cemas-lah... ini jenis cinta yang paling jarang justru, kenapa? soalnya jarang banget ada orang yang bisa tahan dalam ketidakpastian, tekanan, dan penantian. biasanya mereka udah nyerah pada jarak yang sempit. baru kepisah sedikit udah nyerah.. jadinya susah. terkadang lu yakin kalo lo masih cinta dia. tapi kadang juga, lu berharap bisa lebih bebas. jadi tergantung, mau jadi orang yang gigih atau egois?

kurang lebih sih segitu doang yang bisa gue sampein di postingan pertama gue (dimana hal ini sangat absurd). tentang cinta yang dinyatakan oleh orang orang disekitar lu mulai dari cinta yang dibilang buta (yang gue anggap impossible banget, soalnya ketika cinta buta, dia gak bakal kena sasarannya) sampe cinta yang dibilang gak berbalas. yang perlu kita lakukan adalah menerima dan mengerti karena cara lu mencintai seseorang gak lebih daripada "understanding, caring, and sharing". emang lebih mudah berkata kata daripada melakukan hal sebenarnya di kehidupan nyata. tapi emang itu kunci-nya untuk nemuin seseorang yang lu cinta.

dan satu hal yang bisa gue pastiin ke lu semua yang ngebaca postingan gue kali ini
"Setiap bentuk cinta pasti akan kembali, walau ada jarak ruang dan waktu yang memisahkan, cinta akan selalu kembali. entah menunggu, berharap, menyerah ataupun menyusul."